Pesan Busana Pengantin Tradisional

Busana pengantin tradisional khas nusantara tak tertandingi kharismanya. Ragam jenis busana kaya warna sarat makna, tak akan ada habisnya ditelusuri. Setidaknya pesan pelestarian tradisi inilah yang ingin disampaikan dalam talkshow oleh Himpunan Busana Nusantara dalam rangkaian acara Indonesian Traditional Wedding and Cultural Exhibition Mahligai Megah Nusantara.

Busana pengantin mangkunegara khas Puro Mangkunegaran Surakarta, mengawali talkshow ini. Rosati Kadarisman, puteri dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro VII Puro Mangkunegara Surakarta, menjelaskan makna di balik pakem busana pengantin tradisional Jawa.

Kebaya hitam panjang dipadukan kain motif cinde atau sidomukti biasanya dipakai puteri dalem. Kain sidomukti contohnya, mengandung makna dan harapan agar hidupnya mukti atau sakti, dalam artian pernikahan akan langgeng. Setiap motif kain yang digunakan pengantin dan keluarga memiliki filosofi tersendiri. Begitupun dengan aksesori dan riasan yang diaplikasikan pada pengantin perempuan. Hiasan paes pada kening mempelai puteri punya makna. Bentuk bulat melambangkan anak perempuan.

“Para pujangga dahulu menggambarkan bentuk paes menjadi seni yang indah dan memiliki makna,” jelas Jatmiko Hamijoyo, cucu dari Mangkunegoro VII, penerus tradisi pengantin Mangkunegaran saat talkshow.

Lain lagi dengan adat tradisi pengantin Minang. “Busana pengantin minang didominasi warna cerah dan meriah. Busana dan aksesorinya memiliki filosofi, dan agak sulit membuat busana pengantin puteri minang. Satu busana bisa dibuat dalam waktu 3-6 bulan. Karenanya busana pengantin minang biasanya dipakai turun-temurun,” kata Ida Hasyim Ning, Ketua Himpunan Ratna Busana.

Warna dominan pada busana pengantin khas minang adalah merah yang maknanya kebahagiaan. Mendapatkan menantu menjadi sumber kebahagiaan bagi keluarga minang. Selain merah, warna khas lain dari busana pengantin minang adalah emas. Namun begitu, warna lain yang juga sering digunakan adalah biru atau hijau. Ciri khas lain pengantin minang adalah aksesori di bagian kepala, yang terdiri atas 140 bunga sunting.

“Perempuan minang memiliki rambut yang tebal. Jadi dianggap cukup kuat untuk menyangga bunga sunting,” jelas Ida.

Kekayaan tradisi dari ragam busana pengantin hanya akan lestari jika dipelihara pengguna dan para penyedia jasa busana pengantin tradisional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *